Selain itu, pola pengamanan juga disesuaikan dengan kondisi, karakteristik, serta tingkat kebutuhan kelistrikan di setiap lokasi.
Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila muncul potensi gangguan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Pengawasan Optimal Dibutuhkan untuk Kestabilan Interkoneksi Sistem Listrik Se-Kalimantan
"Kami menyiapkan pengamanan berlapis serta personel dan peralatan pendukung untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan aman dan lancar," ujar Darmawan.
Darmawan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), atas arahan serta dukungan yang diberikan dalam memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Petugas PLN melakukan pengecekan langsung sekaligus berkoordinasi melalui radio komunikasi di area Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur guna memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi andal dan siap mendukung kelancaran Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026).
Baca Juga:
Perbaikan Sistem di PLN Harus Didukung Masyarakat, ALPERKLINAS: Ini Kerja Strategis untuk Negeri
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM, atas support yang luar biasa kepada PLN. Ini menjadi kekuatan bagi kami untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan siap, andal, dan mampu mendukung setiap rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI," kata Darmawan.
Pengamanan kelistrikan tidak hanya difokuskan di Jakarta. Di Sumatera Utara, misalnya, PLN mengerahkan sebanyak 3.069 personel yang ditempatkan di 311 titik strategis selama masa siaga.
Penempatan personel tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi gangguan sekaligus memastikan kegiatan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan dapat berjalan lancar.