WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) memperkuat sinergi strategis bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (19/05/2026), sebagai langkah konkret mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus memperluas akses listrik yang merata bagi masyarakat Jawa Barat.
Baca Juga:
PLN: Beli Token dan Cek Riwayat Kini Bisa Lewat PLN Mobile
Kolaborasi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Selain memperkuat sistem ketenagalistrikan di Jawa Barat, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan listrik hingga menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses energi yang memadai.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan sektor energi di Jawa Barat harus tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekologi.
Baca Juga:
PLN Ajak Masyarakat Pahami Pola Konsumsi Energi agar Penggunaan Listrik Lebih Efisien
Menurutnya, pembangunan kelistrikan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat secara merata.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) saat penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Jawa Barat, di Gedung Sate, Bandung pada Selasa (19/05/2026).. Melalui kolaborasi ini, Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan energi di Bumi Pasundan harus berjalan selaras dengan komitmen pelestarian lingkungan, sekaligus menjamin seluruh masyarakat memperoleh akses listrik yang adil dan merata.
"Hari ini kita punya komitmen, untuk yang pertama, pembangunan energi di Jawa Barat harus berpegang teguh pada prinsip keberlangsungan ekologi. Yang kedua, ketika Jawa Barat mengirim energi listrik ke luar daerah membuat Indonesia terang, maka Jawa Barat tidak boleh gelap. Artinya, tidak boleh ada warga Jabar yang tidak diterangi oleh listrik," ujar Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PLN menargetkan seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat sudah dapat menikmati akses listrik secara menyeluruh paling lambat pada awal tahun 2027.
“Kita targetkan, kerja sama Pemprov Jabar dengan PT PLN (sejak) tahun ini maksimalnya awal 2027, seluruh warga Jabar terterangi oleh cahayanya PLN,” lanjut Dedi Mulyadi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Ia menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung visi besar menghadirkan keadilan energi melalui penyediaan listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Suasana penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Jawa Barat, di Gedung Sate, Bandung pada Selasa (19/05/2026).
“Hari ini PLN bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi bekerja sama dengan satu tujuan, yakni menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Barat melalui listrik yang andal, merata, dan berkelanjutan,” tutur Darmawan.
Menurut Darmawan, penandatanganan MoU ini menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Jawa Barat.
Selain itu, kerja sama tersebut juga memperkuat koordinasi strategis antara PLN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong percepatan proyek-proyek kelistrikan serta implementasi transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (tengah), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) saat penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Jawa Barat, di Gedung Sate, Bandung pada Selasa (19/05/2026). Darmawan Prasodjo menyambut baik komitmen tersebut dengan menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung visi besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat.
“PLN sangat sepakat bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus selaras dengan keberlangsungan ekologi. Standing point dari Pak Gubernur luar biasa. Hari ini kita bekerja sama untuk terangnya Warga Jawa Barat," tambah Darmawan.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, kerja sama operasional juga diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah serta PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan jaringan dan infrastruktur pendukung kelistrikan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Melalui kolaborasi ini, PLN optimistis Jawa Barat dapat semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penopang ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memastikan seluruh masyarakat Jawa Barat memperoleh akses listrik yang adil, merata, dan berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]