WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sebelumnya terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Laut Flores.
Seluruh pelanggan yang sempat mengalami gangguan kini telah kembali mendapatkan pasokan listrik secara normal.
Baca Juga:
11 Gardu Induk Kembali Normal, PLN Kejar Pemulihan Listrik di 29 Desa Flores
Pemulihan tersebut berhasil diselesaikan pada Selasa (18/8/226) sekitar pukul 17.40 WITA.
Capaian ini menjadi bagian penting dari upaya PLN dalam memastikan kebutuhan listrik masyarakat kembali terpenuhi sekaligus mendukung percepatan pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas langkah cepat yang dilakukan sejak gempa terjadi.
Baca Juga:
PLN Pastikan Listrik Andal Saat Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Menurutnya, respons personel PLN di lapangan sangat membantu proses pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Petugas PLN tengah melakukan perbaikan jaringan tegangan rendah (JTR) yang terdampak gempa bumi di Desa Welamosa, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur demi menghadirkan kembali listrik bagi masyarakat.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur mengucapkan terima kasih kepada PLN, baik Direksi di pusat maupun juga General Manager di NTT dan khususnya wilayah Flores, beserta semua tim lapangan yang telah bekerja dengan luar biasa sejak hari pertama sampai saat ini untuk memulihkan listrik di Flores maupun juga di pulau-pulau sekitarnya agar bisa digunakan dengan baik lagi oleh masyarakat,” tutur Melki.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan selesainya pemulihan sistem kelistrikan Flores menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam.
“Alhamdulillah, kita bisa menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Flores. Sejak gempa terjadi, teman-teman PLN langsung bergerak, bekerja siang dan malam, mendatangi satu per satu lokasi yang terdampak. Tidak mudah, tetapi semangatnya satu, bagaimana listrik bisa kembali normal dan masyarakat bisa segera menjalankan aktivitasnya,” ujar Darmawan.
Ia menjelaskan, proses pemulihan tidak hanya mengandalkan kemampuan internal PLN.
Dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga kebencanaan, serta masyarakat turut membantu petugas menjangkau berbagai wilayah yang terdampak gempa.
Petugas PLN berjibaku memulihkan jaringan kelistrikan Flores, Nusa Tenggara Timur, pascagempa bumi yang terjadi pada Sabtu (16/8/226).
“Kami tidak bekerja sendiri. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas dukungan dan koordinasinya dalam proses pemulihan ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat yang ikut membantu di lapangan. Ada yang membantu membuka akses, memberikan informasi mengenai kondisi wilayah, sampai mendukung petugas ketika melakukan pemulihan. Semangat gotong royong seperti inilah yang membuat kita bisa melewati situasi yang sulit bersama-sama,” kata Darmawan.
Menurut Darmawan, normalnya kembali seluruh jaringan listrik juga memiliki arti strategis bagi pemulihan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan pariwisata di Labuan Bajo.
Ketersediaan listrik yang stabil diperlukan untuk mendukung operasional pelaku usaha, fasilitas publik, akomodasi, hingga berbagai aktivitas wisata.
“Pemulihan kelistrikan di Labuan Bajo menjadi bagian dari dukungan PLN bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) ini. Kami ingin memastikan kelistrikan terus mendukung Labuan Bajo sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia Timur,” lanjut Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa sejak gempa terjadi, PLN langsung melakukan pemeriksaan dan pemetaan terhadap kondisi infrastruktur kelistrikan di wilayah yang terdampak.
Proses tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel, material, kendaraan operasional, serta berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat penanganan kerusakan dan mengembalikan jaringan secara bertahap.
Tak kenal lelah, Petugas PLN terus bekerja hingga malam hari untuk memulihkan jaringan kelistrikan di wilayah terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur.
“Sejak gempa terjadi, kami langsung melakukan asesmen terhadap kondisi jaringan di seluruh wilayah terdampak. Kami menerjunkan 1.144 personel untuk melakukan pengamanan, perbaikan, dan penormalan secara bertahap,” kata Eko.
Eko menuturkan, proses pemulihan di lapangan bukan tanpa kendala. Sejumlah titik mengalami kerusakan infrastruktur, sementara akses menuju beberapa lokasi juga cukup sulit akibat kondisi pascagempa. Karena itu, setiap jaringan harus diperiksa secara menyeluruh sebelum kembali dialiri listrik.
“Petugas harus melakukan pemeriksaan titik demi titik sebelum jaringan dapat dinormalkan kembali. Di beberapa lokasi, kondisi akses dan infrastruktur yang terdampak menjadi tantangan tersendiri. Personel, material, dan peralatan terus kami mobilisasi agar setiap titik dapat segera ditangani dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” jelasnya.
Meski seluruh sistem kelistrikan Flores telah kembali pulih 100 persen, PLN memastikan pengawasan terhadap jaringan tetap dilakukan.
Personel masih disiagakan di sejumlah lokasi untuk memantau kondisi infrastruktur sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan yang dapat muncul setelah bencana.
Selain melakukan pemulihan jaringan listrik, PLN juga turut memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak gempa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bantuan disalurkan dengan melibatkan koordinasi bersama BPBD, pemerintah daerah, dinas sosial, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan dasar dan penunjang kondisi darurat, mulai dari fasilitas penerangan sementara, paket pangan dan logistik, kebutuhan kesehatan dan medis, perlengkapan khusus balita serta anak-anak, hingga paket kebersihan dan sanitasi.
“Di situasi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa ikut meringankan beban masyarakat. Di samping petugas di lapangan terus memulihkan listrik, kami juga menyalurkan bantuan berupa fasilitas penerangan darurat, paket pangan dan logistik, paket kesehatan dan medis, paket khusus balita dan anak, serta paket kebersihan dan sanitasi," pungkas Eko.
Dengan pulihnya seluruh sistem kelistrikan, PLN berharap aktivitas masyarakat di Flores dapat kembali berjalan normal.
PLN juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi gangguan akibat kondisi pascabencana (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]