“KEK masa depan harus memadukan industri, teknologi, pendidikan, riset, dan kewirausahaan agar Indonesia tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga pusat lahirnya nilai tambah dan inovasi,” kata Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran mendorong pemerintah menjadikan capaian investasi KEK sebagai pijakan untuk mempercepat pemerataan ekonomi, memperluas lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata investor global.
Baca Juga:
Wastra IKN Dikembangkan Jadi Identitas Nusantara, MARTABAT Prabowo-Gibran: Ini Ekonomi Kreatif yang Berakar Budaya
Tohom mengatakan agenda besar Prabowo-Gibran akan makin kuat jika KEK mampu menjadi contoh birokrasi yang melayani, daerah yang siap investasi, dan negara yang berani memotong hambatan demi kepentingan rakyat.
“Momentum ini harus dijaga, karena investasi besar membutuhkan kepemimpinan besar, koordinasi kuat, dan birokrasi yang paham bahwa tugas negara adalah membuka jalan bagi kemajuan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyebut realisasi investasi KEK hingga kuartal I-2026 telah mencapai Rp353 triliun dengan 471 entitas bisnis yang beroperasi di 25 lokasi KEK.
Baca Juga:
Infrastruktur IKN Capai Progres Signifikan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Visi Besar Harus Dikawal Serius
Susiwijono juga menyampaikan bahwa KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang sedang mengajukan perluasan kawasan karena kapasitas yang ada sudah penuh terpakai dan investasi baru masih mengantre.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.