WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam rangka penyediaan energi di daerah dengan keterbatasan akses.
Salah satunya dengan mengoperasikan kapal LPG MT Gas Attaka ke wilayah Kalimantan dan Sulawesi, termasuk menuju Amurang dan Donggala.
Baca Juga:
Hadapi Dinamika Global, Pertamina Siapkan Lima Strategi di RKAP 2026
Kapal ini memiliki kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton (MT) dalam setiap perjalanan, sehingga berperan dalam mendukung pasokan LPG ke wilayah tujuan.
Adapun, dalam menjalankan perannya, MT Gas Attaka secara rutin menempuh perjalanan laut selama beberapa hari untuk mengangkut LPG ke wilayah tujuan. Kapal ini dioperasikan oleh awak kapal yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan dengan aman dan tepat waktu.
Wilayah tujuan tersebut memiliki karakteristik geografis yang tidak selalu mudah dijangkau melalui jalur darat, sehingga distribusi energi sangat bergantung pada konektivitas logistik laut.
Baca Juga:
Kejagung Tetapkan Riza Chalid Tersangka Korupsi Minyak, Kini Jadi Buron
Dalam konteks tersebut, armada kapal berperan sebagai penghubung antara titik suplai dan terminal distribusi di daerah tujuan. Setiap perjalanan kapal menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat di wilayah dengan akses terbatas.
Perjalanan kapal LPG dilakukan melalui pengaturan rute dan jadwal yang terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan, sehingga distribusi dapat berjalan lebih selaras dengan kondisi di masing-masing wilayah.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga Arif Yunianto menjelaskan bahwa pengelolaan distribusi LPG dilakukan secara dinamis guna mendukung kelancaran penyaluran energi.