WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pihaknya memperkirakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp 223 triliun. Hal ini disampaikannya dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Minggu (12/7/2026).
Sementara itu, dia menghitung pendapatan produsen mulai dari petani, peternak dan nelayan juga akan meningkat hingga mencapai Rp 222 triliun.
Baca Juga:
Sentil PNM Mekaar, Prabowo Geram Bunga Kredit Mikro 24% Tapi Pengusaha Dapat 9%
"Kita proyeksikan KDKMP bisa sejahtera. Rp223 triliun akan beredar di desa-desa tidak keluar akan beredar di desa-desa nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp222 triliun di petani, peternak dan nelayan," paparnya.
Pemerintah menargetkan peresmian dan pengoperasian puluhan ribu KDKMP secara bertahap pada Agustus 2026. Prabowo pun berharap koperasi bisa berjalan dengan baik, tidak perlu sampai puluhan ribu atau belasan ribu. Dia tidak masalah jika hanya 5.000 selama dapat berkembang dan beroperasi dengan baik.
Dalam kesempatan ini, dia juga memastikan KDKMP nantinya akan menjadi gerai simpan pinjam dengan bunga yang menarik. Bahkan KDKMP akan menawarkan kredit murah, termasuk kredit mikro dan super mikro seperti, MEKAAR.
Baca Juga:
Menkop dan Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Koperasi Merah Putih Banyumas
Prabowo pun berjanji kredit MEKAAR ini yang semua memiliki bunga kredit hingga 22% akan diturunkan menjadi 8%. Prabowo pun mengaku dirinya sebenarnya ingin bunga kredit MEKAAR bisa turun menjadi 5%.
"Saya maunya 5%, tapi bankir-bankir Rosan cs jangan pak terlalu tipis kita punya ongkos tapi dibandingkan 22%, lumayan 8%. Betul tidak!" paparnya.
Dia pun menegaskan KDKMP akan menjadi pusat layanan terintegrasi yang memiliki layanan apotik dengan menjual obat-obat generik terjangkau, kemudian ada layanan cold storage untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen dan laut.
Selain itu, dia menetapkan bahwa barang-barang subsidi juga akan dijual melalui KDKMP, misalnya gas 3 kg dan minyak goreng.
[Redaktur: Alpredo Gultom]