Di sisi lain, Al Itholah Trading akan berperan sebagai mitra distribusi yang menangani jaringan logistik, pemenuhan regulasi otoritas pangan dan obat-obatan setempat, serta strategi pemasaran produk di pasar ritel Arab Saudi.
Pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang kompetitif dan berpotensi diterima secara luas oleh konsumen Timur Tengah.
Baca Juga:
Harga Patokan Ekspor Emas Turun 3,51 Persen pada Periode Kedua Juni 2026
“Target pasar kami tidak hanya Arab Saudi, tetapi juga akan diperluas hingga Sudan. Saat ini kami bahkan telah menyiapkan area khusus untuk menampilkan produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ujar Nassrudin.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi, khususnya pada sektor nonmigas. Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan nonmigas kedua negara pada Januari–April 2026 mencapai USD 1,02 miliar.
Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar USD 675,80 juta, sementara impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi mencapai USD 345,90 juta. Indonesia membukukan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 329,90 juta.
Baca Juga:
Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp19 Miliar dari Dua Pameran Internasional di Malaysia
Adapun sepanjang 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 3,94 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 2,88 miliar, sedangkan impor nonmigas dari Arab Saudi sebesar USD 1,06 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 1,82 miliar terhadap Arab Saudi.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.