“Pak DIon pernah bilang ke saya, gak usah protes soal lelang, Kalau mau beli kembali asetnya bisa saja, carikan saja rekanan atau Investor yang mau bayarin kembali, daripada repot-repot habis biaya berperkara di pengadilan,” ujar Amin mengutip ucapan Dion kepadanya.
Pada awalnya, menurut keterangannya, Amin juga pernah bertemu dengan Arif yang awalnya mau membeli langsung SPPG tsb ke Amin bukan melalui proses lelang dengan harga yang wajar, namun tiba tiba batal. Tetapi kenyataannya, malah membeli aset tsb melalui lelang dengan harga murah, yang diduga keras merupakan hasil persekongkolan antara Arif dengan pihak BRI Radio Dalam Jakarta Selatan maupun KPKNL Jakarta II
Baca Juga:
950 Dapur MBG Masuk Radar BGN, Tak Penuhi Standar Bisa Langsung Ditutup
WAHANANEWS.CO telah berupaya klarifikasi kepada KPKNL Jakarta II namun belum dapat menemui pejabat berkaitan. Demikian pula, sudah berupaya mendapat keterangan kepada Arif dan Dion berkaitan permasalahan ini, namun keduanya belum menjawab.
Masalah lainnya, Amin juga nelangsa dengan SPPG 03 Kalisari yang keuangannya dikelola oleh Yuwan Pratama Baki dan Imam Setiadi. Dalam hal ini, menurut Amin, PT Utami Catering Service juga merasa ditipu oleh kedua investor ini, dengan tidak ada transparansi pembagian hasil keuntungan dari pelaksanaan MBG ini semasa bedapur di perusahaan ini. Memang sebelum menjadi SPPG, perusahaan tempat Amin bekerja ini adalah pebisnis catering.
“Kami dirugikan oleh pengelola SPPG 03 ini. Pembayaran bagi keuntungan tidak jelas. Gini saya kesal juga, saya sudah ada pemodal untuk saya untuk saya beli kembali tempat ini, tetapi dihalangi oleh pengelolanya,” ujar Amin.
Baca Juga:
Menkes Temukan Bakteri E. coli pada Sejumlah Sampel MBG, BGN Perketat Standar Sanitasi Dapur
WAHANANEWS.CO sudah berupaya klarifikasi kepada pihak SPPG 03 Kalisari ini dengan mendatangi lokasi. Namun Yuwan dan Imam, namun keduanya sedang tidak berada di tempat.
WAHANANEWS.CO bertemu dengan seorang mengaku bernama Yupras sebagai pemimpin keamanan SPPG 03 Kalisari ini. Selanjut menitip kartu identitas supaya Yuwan dan Iman berkenan menghubungi dengan memberikan keterangan berkaitan
“Pak Yuwan dan Pak Iman sedang tidak ada di sini. Dan juga jarang kemari. Jika ada masalah boleh sama saya saja,” ucap Yupras, Jumat (31/7/2026).