WAHANANEWS.CO, Jakarta - PLN Group kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui keberhasilan penyelesaian proyek infrastruktur kelistrikan di Malaysia.
Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) bersama anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga:
PLN dan Kemendag Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging, Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kapasitas perusahaan Indonesia dalam mengerjakan proyek strategis lintas negara sekaligus memperkuat posisi PLN sebagai pemain global di sektor ketenagalistrikan.
Dua titik proyek yang berhasil diselesaikan lebih awal adalah Feeder Station (FS) 01 yang berlokasi di Tunjung, Kelantan dan Feeder Station (FS) 09 di Jambu Rias, Pahang.
Pembangunan FS 01 berhasil dirampungkan 15 hari lebih cepat dari jadwal yang direncanakan, sedangkan FS 09 mencatat percepatan lebih signifikan dengan penyelesaian satu bulan lebih cepat dari target yang telah ditentukan.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Lolos ke Final Four
Penyelesaian proyek lebih cepat dari target tersebut mendapatkan apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) yang berperan sebagai Project Delivery Partner (PDP) serta Tenaga Nasional Berhad (TNB) selaku pemilik jaringan kelistrikan di Malaysia.
Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 yang menjadi bagian penting dalam sistem elektrifikasi proyek ECRL.
Petugas PLN NPC ketika melakukan pengecekan akhir pada infrastruktur kelistrikan Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih awal dari target.
"Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," ujarnya.
Sebagai informasi, East Coast Rail Link (ECRL) merupakan proyek pembangunan jalur kereta listrik ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor dengan Kota Bharu di Kelantan.
Jalur ini dirancang untuk mendukung mobilitas penumpang sekaligus pengangkutan barang secara efisien.
Sistem transportasi tersebut sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sebagai sumber energi utama operasionalnya.
Dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, proyek ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ setiap tahun saat mulai beroperasi pada 2027.
Azreen juga berharap keberhasilan yang diraih PLN dalam proyek ini dapat terus berlanjut pada tahapan pekerjaan berikutnya.
"Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.
Keberhasilan penyelesaian proyek ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung pengembangan infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan yang terus memperluas ekspansi bisnis di tingkat global.
Para personel PLN Group bersama Tim Tenaga Switchgear (TSG) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) ketika menandai penyelesaian pekerjaan Substation 132 kV Tunjung, Kelantan yang menjadi bagian dari The East Coast Rail Link (ECRL).
"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," jelasnya.
Dalam proyek elektrifikasi ECRL ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN Nusantara Power bertanggung jawab pada pengadaan peralatan utama, sementara PLN Nusantara Power Construction menangani pengadaan peralatan pendukung sekaligus melaksanakan pekerjaan konstruksi hingga tahap komisioning.
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total sepuluh Feeder Station yang terdapat dalam proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini mulai dikerjakan pada Juni 2024 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan bahwa keberhasilan menyelesaikan proyek lebih cepat dari target merupakan bukti nyata kapabilitas perusahaan Indonesia dalam menjalankan proyek berskala internasional.
"Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional," ujar Ruly.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menambahkan bahwa PLN NPC telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di sektor pembangkitan dan transmisi listrik.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal utama perusahaan dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.
Ia memastikan PLN NPC memiliki kemampuan penuh untuk melaksanakan pekerjaan design and build pada elektrifikasi Feeder Station ECRL.
Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi jaringan Overhead Transmission Line (OHL), pemasangan Underground Cable sepanjang 3 kilometer, serta berbagai pekerjaan pendukung lainnya guna memastikan proyek berjalan tepat waktu dengan kualitas terbaik.
"Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis," pungkas Djarot (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]