WAHANANEWS.CO, Jakarta - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah pemerintah dalam merampingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui penguatan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Organisasi ini juga mendorong agar proses tersebut dibarengi dengan rekrutmen pemimpin profesional guna memastikan tata kelola yang bersih dan berstandar global.
Baca Juga:
Rencana Danantara Pangkas 1.000 BUMN Jadi 300 Disorot Lembaga Pemeringkat Internasional
“Kebijakan ini adalah momentum besar untuk membangun ulang fondasi pengelolaan aset negara agar lebih transparan, efisien, dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, Senin (27/4/2026).
Ia menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang memberikan kewenangan penuh kepada Danantara untuk merekrut profesional terbaik, termasuk dari luar negeri, merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah ingin keluar dari pola lama pengelolaan BUMN yang sarat inefisiensi.
“Ketika manajemen diisi oleh profesional yang berkompeten dan berintegritas, maka potensi kebocoran bisa ditekan secara signifikan dan kinerja perusahaan negara akan meningkat secara sistemik,” katanya.
Baca Juga:
Danantara Angkat Tangan, Negosiasi Kapal Pertamina di Selat Hormuz Bukan Ranahnya
Menurutnya, rasionalisasi jumlah BUMN dari lebih dari seribu entitas menjadi sekitar 300 perusahaan akan menciptakan struktur yang lebih ramping dan fokus, sehingga pengawasan menjadi lebih efektif dan arah bisnis lebih terukur.
Ia melihat Danantara memiliki peran strategis sebagai sovereign wealth fund yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi juga menjadi penggerak utama industrialisasi nasional dan investasi jangka panjang.
“Fokusnya bukan semata efisiensi, melainkan bagaimana negara mengelola modal secara tepat agar menghasilkan nilai tambah yang konsisten dan berdampak jangka panjang,” ujarnya.