Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam memaparkan pada 2025 sekitar 63% impor bensin Indonesia berasal dari Singapura. Posisi berikutnya ditempati Malaysia dengan kontribusi sebesar 33,14%.
"Di mana untuk importasi minyak bensin yang paling dominan ini berasal dari Singapura dan Malaysia karena pada posisi bensin kebutuhan sampai saat ini masih membutuhkan importasi," kata dia dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).
Baca Juga:
Pertamina Resmi Naik Harga BBM Non Subsidi, Berlaku 4 Mei 2026
Sementara itu, kontribusi negara lain relatif kecil. Antara lain yakni China hanya sekitar 1,32%, Oman 1,05%, Uni Emirat Arab 0,72%, dan Korea 0,48%.
Tren tersebut berlanjut pada 2026. Hingga awal April, Singapura masih menjadi pemasok utama dengan porsi meningkat menjadi sekitar 64,23%. Disusul Malaysia dengan kontribusi sebesar 27,18%.
Adapun, sisanya dipasok oleh Oman dan Uni Emirat Arab dalam porsi yang jauh lebih kecil dibanding dua negara utama tersebut.
Baca Juga:
Konflik Iran-Amerika, BPKN Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying karena BBM, Negara Harus Jamin Pasokan Energi
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.