WahanaNews.co, Montreal - Indonesia mencatatkan capaian positif dalam ajang pameran makanan dan minuman internasional Salon International de l'Alimentation (SIAL) Canada 2026 yang berlangsung di Montreal, Kanada, pada 29 April–1 Mei 2026. Dalam partisipasi tersebut, Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi lebih dari USD 20 juta atau meningkat sekitar 30–35 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar USD 15,5 juta.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengatakan bahwa peningkatan potensi transaksi tersebut mencerminkan tingginya daya saing produk Indonesia di pasar Kanada.
Baca Juga:
Produk Kecantikan RI Unjuk Gigi di Pameran Cosmoprof Worldwide Bologna
“Kanada merupakan pasar yang menjanjikan dan modern, di mana konsumen semakin menuntut produk berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inovatif. Produk Indonesia, mulai dari kopi spesialti, rempah alami hingga produk perikanan dan makanan olahan, berada pada posisi yang baik untuk memenuhi preferensi tersebut,” ujar Muhsin dalam keterangannya.
Selama tiga hari pelaksanaan pameran, Paviliun Indonesia mendapat perhatian besar dari buyer dan distributor asal Kanada. Antusiasme tersebut dinilai menjadi faktor utama meningkatnya potensi transaksi dagang.
Momentum pameran juga dimanfaatkan pelaku usaha nasional untuk memperluas pengenalan produk sekaligus memperkuat akses pasar di kawasan Amerika Utara.
International Business Manager PT Konimex, Indra Aries Purnomo, mengatakan partisipasi dalam SIAL Canada 2026 membuka peluang perusahaan untuk memperluas jejaring bisnis di Kanada.
Baca Juga:
Dorong Ekspansi ke Pasar Global, Produk Pangan Indonesia Tampil di China Food Trade Fair 2026
“Konimex telah memasuki pasar Kanada melalui produk permen hingga wafer sejak tahun lalu. Melalui partisipasi pada SIAL Canada 2026, perusahaan memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas serta menjalin komunikasi dengan mitra potensial di Kanada,” kata Indra.
Hal senada disampaikan Founder Gulapa (PT Berkat Petani Indonesia), Ika Dewi. Menurut dia, pameran tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk olahan kelapa Indonesia kepada pasar internasional.
“Melalui partisipasi pada SIAL Canada 2026, kami berkesempatan memperkenalkan produk olahan kelapa asal Indonesia, khususnya gula kelapa, kepada pasar Kanada sekaligus memahami preferensi pasar dan menjalin komunikasi dengan mitra potensial,” ujarnya.