Partisipasi Indonesia pada SIAL Canada 2026 merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan bersama perwakilan RI di Kanada, serta didukung mitra perbankan dan pelaku usaha.
Sebanyak 10 perusahaan Indonesia turut ambil bagian dalam Paviliun Indonesia, yakni Across Indonesian Seas, Exotique Foods, Gulapa, Indofood, Java Spices, Konimex, Ladang Lima, Maxi Snacks, Mayora, dan Northern Tide Fisheries.
Baca Juga:
Produk Kecantikan RI Unjuk Gigi di Pameran Cosmoprof Worldwide Bologna
Muhsin menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini bertujuan memperkuat promosi produk makanan dan minuman nasional sekaligus memperluas penetrasi pasar di Kanada dan kawasan Amerika Utara.
Di sisi lain, kinerja ekspor produk makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada menunjukkan tren pertumbuhan signifikan. Pada periode 2023–2025, nilai ekspor produk HS 16–22 meningkat dari sekitar USD 56,4 juta menjadi USD 116,6 juta atau tumbuh lebih dari 106 persen.
Peningkatan tersebut didorong kenaikan ekspor pada sejumlah kategori utama, seperti produk kakao, olahan sayuran dan buah, serta berbagai produk makanan olahan lainnya.
Baca Juga:
Dorong Ekspansi ke Pasar Global, Produk Pangan Indonesia Tampil di China Food Trade Fair 2026
Atase Perdagangan RI di Ottawa, Mahdewi Silky, mengatakan tren positif tersebut perlu diimbangi dengan penguatan akses pasar yang lebih luas melalui percepatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Kanada.
“Dalam berbagai interaksi selama pameran, baik pelaku usaha Indonesia maupun mitra Kanada menyampaikan harapan terhadap percepatan ratifikasi dan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA). Perjanjian ini diharapkan dapat memberikan penurunan atau penghapusan tarif serta memperkuat kepastian akses pasar,” ujar Mahdewi.
Sebagai informasi, SIAL Canada merupakan salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Amerika Utara. Pada tahun 2026, pameran ini menghadirkan lebih dari 800 ekshibitor dari berbagai negara dan menarik lebih dari 21.000 pengunjung.