Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tersebut terjadi dalam konteks gejolak global yang dipicu konflik internasional sehingga tekanan terhadap mata uang berbagai negara juga tidak dapat dihindari.
Menurutnya, jika dilihat dari sisi dampak pelemahan, posisi Indonesia masih tergolong stabil dibandingkan dengan beberapa negara lain yang mengalami depresiasi lebih dalam.
Baca Juga:
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.105 per Dolar AS pada Penutupan Perdagangan Senin
"Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," tandas dia.
Purbaya pun menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kebijakan fiskal dan moneter agar tetap kredibel di mata pelaku pasar sekaligus menjaga fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.