"Lebanon pada hari Senin mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel, yang akan menjadi deeskalasi terbatas dari konflik yang telah memperparah perang yang lebih luas dengan Iran," ujar Ibrahim.
Situasi di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Baca Juga:
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Mahfud MD Ragukan Unsur Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
"Iran secara efektif telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai, mencekik sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global dan mendorong harga naik 50 persen atau lebih," jelas Ibrahim.
Selain faktor geopolitik, kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga turut menjadi perhatian pasar keuangan dunia.
Pada Senin (1/6/2026), Trump menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor untuk sejumlah komoditas seperti tembaga, aluminium, dan besi.
Baca Juga:
Jangan Terjebak Drama, Ini 8 Cara Cerdas Menghadapi Orang yang Suka Playing Victim
Kebijakan tersebut juga menurunkan tarif beberapa peralatan pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen.
Selain itu, tarif sebesar 15 persen ditetapkan untuk berbagai peralatan industri bergerak seperti buldoser dan forklift.
"Jika diimpor dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dan berhak atas perlakuan tersebut," demikian pernyataan Gedung Putih terkait kebijakan baru tersebut.