Penanganan salah transfer tetap membutuhkan proses verifikasi karena bank tidak bisa langsung menarik dana dari rekening penerima tanpa prosedur yang sah.
Langkah pertama yang harus dilakukan nasabah adalah mengamankan seluruh bukti transaksi.
Baca Juga:
DJP Blokir Serentak 419 Rekening di Mei 2026, Tunggakan Pajak Rp1,62 Triliun
Nasabah yang melakukan transfer melalui ATM perlu menyimpan struk fisik sebagai bukti awal.
Sementara itu, nasabah yang bertransaksi melalui mobile banking atau internet banking dapat menyimpan tangkapan layar mutasi rekening, bukti transfer, serta informasi rekening tujuan.
Bukti transaksi tersebut menjadi modal penting saat nasabah mengajukan pengaduan kepada pihak bank.
Baca Juga:
Saldo Rp 1,3 Miliar Lenyap Sekejap, Wakil Ketua DPRD Batang Syok Hanya Tersisa Rp 100 Ribu
Semakin lengkap bukti yang diberikan, semakin mudah bank melakukan pelacakan dan pencocokan data di sistem internal.
Nasabah juga disarankan tidak menunda pelaporan setelah menyadari adanya kesalahan transfer.
Jika berada dekat dengan kantor cabang, nasabah dapat langsung mendatangi layanan customer service bank terkait.