Disampaikannya dari kantor pusat IEA di Paris bahwa situasi tersebut memiliki implikasi besar terhadap keamanan energi, keterjangkauan harga energi, serta perekonomian global.
“Dengan implikasi besar terhadap keamanan energi, keterjangkauan energi, dan perekonomian global terhadap minyak,” ujarnya.
Baca Juga:
Minyak Tembus 119 Dolar per Barel, AS Pertimbangkan Cabut Sanksi demi Redam Harga
Ia kemudian mengumumkan keputusan penting yang diambil oleh negara-negara anggota IEA dalam menghadapi krisis tersebut.
“Saya sekarang dapat mengumumkan bahwa negara-negara IEA telah dengan suara bulat memutuskan untuk meluncurkan pelepasan stok minyak darurat terbesar dalam sejarah badan kami,” kata Birol.
Saat ini negara-negara anggota IEA secara kolektif memiliki lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat publik serta tambahan sekitar 600 juta barel stok industri yang disimpan berdasarkan kewajiban pemerintah.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Menurut Birol, pelepasan cadangan minyak tersebut bertujuan mengatasi dampak langsung gangguan pasokan meski pasar energi global belum akan benar-benar stabil hingga kapal tanker kembali melintas di Selat Hormuz.
Selat sempit yang berada di lepas pantai Iran itu menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global biasanya melewati jalur tersebut namun sejak pecahnya perang Iran lalu lintas kapal tanker hampir terhenti karena perusahaan pelayaran khawatir menjadi sasaran serangan.