Disampaikannya dari kantor pusat IEA di Paris bahwa situasi tersebut memiliki implikasi besar terhadap keamanan energi, keterjangkauan harga energi, serta perekonomian global.
“Dengan implikasi besar terhadap keamanan energi, keterjangkauan energi, dan perekonomian global terhadap minyak,” ujarnya.
Baca Juga:
Target 100 GW PLTS Dikejar, ALPERKLINAS: PLN Punya Posisi Strategis Integrasikan Sistem Energi
Ia kemudian mengumumkan keputusan penting yang diambil oleh negara-negara anggota IEA dalam menghadapi krisis tersebut.
“Saya sekarang dapat mengumumkan bahwa negara-negara IEA telah dengan suara bulat memutuskan untuk meluncurkan pelepasan stok minyak darurat terbesar dalam sejarah badan kami,” kata Birol.
Saat ini negara-negara anggota IEA secara kolektif memiliki lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat publik serta tambahan sekitar 600 juta barel stok industri yang disimpan berdasarkan kewajiban pemerintah.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Menurut Birol, pelepasan cadangan minyak tersebut bertujuan mengatasi dampak langsung gangguan pasokan meski pasar energi global belum akan benar-benar stabil hingga kapal tanker kembali melintas di Selat Hormuz.
Selat sempit yang berada di lepas pantai Iran itu menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global biasanya melewati jalur tersebut namun sejak pecahnya perang Iran lalu lintas kapal tanker hampir terhenti karena perusahaan pelayaran khawatir menjadi sasaran serangan.