Dari Amerika Serikat, pemerintah juga menyatakan akan ikut melepas cadangan minyak strategis dalam jumlah besar.
Disampaikan Menteri Energi AS Chris Wright bahwa Washington akan mengeluarkan sekitar 172 juta barel minyak dari cadangan strategisnya.
Baca Juga:
PLTA Batoq Kelo Jadi Penggerak Energi Bersih Kaltim, ALPERKLINAS: Investasi Jangka Panjang untuk Warga
Distribusi minyak tersebut menurutnya akan dimulai pada pekan depan dengan proses pelepasan diperkirakan berlangsung sekitar 120 hari hingga seluruhnya masuk ke pasar.
Langkah tersebut mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menegaskan kesiapan pemerintahannya menggunakan cadangan minyak strategis untuk menahan lonjakan harga energi.
“Kami akan melakukan itu, dan kemudian kami akan mengisinya,” kata Trump.
Baca Juga:
Alarm Krisis Energi Global: Universitas Pertamina Cetak SDM Hybrid Hadapi Masa Mendatang
Dalam wawancara dengan stasiun penyiaran WKRC di Cincinnati, Trump menyatakan kebijakan tersebut bersifat sementara untuk menekan harga energi global.
“Saya sudah mengisinya sekali, dan saya akan mengisinya lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya hanya akan mengurangi cadangan untuk sementara sebelum kemudian kembali menambahkannya di masa mendatang.