Menurutnya sejumlah produsen minyak di Timur Tengah telah mengurangi produksi sementara operasi kilang minyak di kawasan tersebut juga mengalami gangguan serius.
Kondisi tersebut berdampak besar terutama terhadap pasokan diesel dan bahan bakar jet yang menjadi komponen penting bagi sektor transportasi dan industri global.
Baca Juga:
Target 100 GW PLTS Dikejar, ALPERKLINAS: PLN Punya Posisi Strategis Integrasikan Sistem Energi
Ia juga menyebut bahwa berbagai serangan dalam konflik yang sedang berlangsung terus merusak infrastruktur energi dan fasilitas yang berkaitan dengan sektor tersebut.
Krisis energi yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada minyak mentah tetapi juga memukul pasar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).
Menurut Birol pasokan LNG global saat ini telah menurun sekitar 20 persen akibat gangguan produksi dan distribusi.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Situasi tersebut memaksa negara-negara kaya di Asia bersaing dengan negara-negara Eropa untuk mendapatkan kargo LNG yang tersedia di pasar internasional.
LNG merupakan gas alam yang didinginkan hingga berubah menjadi cair sehingga dapat diangkut menggunakan kapal tanker untuk kebutuhan perdagangan internasional.
Gas alam sendiri digunakan secara luas di berbagai negara untuk pembangkit listrik serta pemanas rumah tangga.