“Tapi saat ini, kami akan menguranginya sedikit, dan itu membuat harganya turun,” kata Trump.
Saat ini cadangan minyak strategis Amerika Serikat tercatat sekitar 415 juta barel atau sekitar 58 persen dari kapasitas maksimal yang diizinkan sebesar 714 juta barel.
Baca Juga:
Target 100 GW PLTS Dikejar, ALPERKLINAS: PLN Punya Posisi Strategis Integrasikan Sistem Energi
Selain Amerika Serikat, Jepang juga telah menyatakan kesiapan untuk mengeluarkan cadangan minyak nasional guna menghadapi krisis energi tersebut.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan negaranya kemungkinan mulai melepas stok minyak secepatnya pada pekan depan karena tingkat ketergantungan Jepang terhadap energi dari Timur Tengah sangat tinggi.
Di sisi lain para analis energi menilai situasi yang terjadi saat ini merupakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern.
Baca Juga:
Dukung WFH, ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya 50 Persen Jadi Momentum Adaptasi Konsumsi Listrik Rumah Tangga
Analisis perusahaan konsultan energi Rapidan Energy Group dan Wood Mackenzie menyebut penutupan Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar yang pernah tercatat.
Para analis sebelumnya juga memperingatkan bahwa bahkan jika IEA mengeluarkan cadangan minyak dalam jumlah maksimal sekalipun, langkah itu mungkin belum cukup untuk menutup kekurangan pasokan sekitar 20 juta barel per hari yang biasanya melewati selat tersebut.
Birol menggambarkan kondisi pasar energi global saat ini sebagai situasi yang sangat mengkhawatirkan.