Lonjakan premi pengiriman cepat memicu tekanan tambahan di pasar yang dikenal sebagai kondisi backwardation.
Dalam situasi ini, harga minyak untuk pengiriman segera jauh lebih mahal dibandingkan kontrak jangka panjang.
Baca Juga:
Gencatan Senjata AS-Iran Picu Harga Minyak Dunia Anjlok Hingga 17 Persen
Kondisi tersebut membuat kilang, terutama yang berskala kecil, menghadapi beban pembiayaan yang semakin berat.
Selain itu, strategi lindung nilai menjadi semakin sulit karena perbedaan harga yang signifikan antara pasar fisik dan derivatif.
“Tantangan besar dalam manajemen risiko harga,” ujar Konsultan energi Roberto Ulivieri.
Baca Juga:
Rekayasa Teknik Terbesar Dunia, Arab Saudi Bangun Danau Raksasa di Tengah Gurun
Secara teori margin terlihat tinggi, namun arus kas riil di lapangan bisa sangat berbeda.
Dampaknya mulai terasa pada produk turunan, di mana sejumlah kilang mengurangi aktivitas yang berpotensi memperketat pasokan.
Harga bahan bakar jet dan solar kini telah mendekati atau bahkan menembus 200 dollar AS per barel.