“Harga kalau di sini Rp 500 ribu sampai sana bisa Rp 1 juta, bahkan bisa lebih, tergantung kualitas,” terang Roisah.
Kerajinan yang diekspor di antaranya meliputi ayunan, kisprai, tatakan bunga, meja, dan kursi.
Baca Juga:
Bersatu Demi NKRI, Pemuda Pancasila dan GRIB Jaya Sepakat Jalin Komitmen Perdamaian
“Ya sesuai pesanan, untuk saat ini ekspor yang dilakukan baru di korea belum di negara lain,” ujar Roisah.
Roisah mengaku saat ini tidak ada kendala yang berarti dalam menjalankan bisnisnya itu, baik dari bahan baku maupun segi lainnya.
“Paling kendala saat finishing saja, kendala lain tidak ada,” ungkap Roisah.
Baca Juga:
Perum Bulog Berikan Bantuan Alat Pertanian untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Tebu Blora
Setidaknya, kini ia memiliki kurang lebih 20 karyawan yang merupakan warga desa setempat dan sekitarnya.
“Kami juga berdayakan warga sekitar untuk bekerja di sini,” pungkas Roisah.
Tempat industrinya pun juga dikunjungi Bupati Blora, Arief Rohman, secara langsung.