WahanaNews.co | Secara ekonomis, para ahli melihat bahwa generasi milenial tergolong kelompok yang banyak menerima tantangan. Tidak seperti Gen X dan baby boomer, generasi ini kebanyakan menyelesaikan pendidikan di saat angka pengangguran sangat tinggi.
Kebanyakan terpaksa menerima pekerjaan dengan bayaran relatif rendah, sementara biaya hidup tinggi.
Baca Juga:
Pastikan MINYAKITA Dijual Sesuai HET, Kemendag dan Satgas Pangan Intensifkan Pengawasan di Lapangan
Banyak juga di antara generasi ini yang harus mengambil pekerjaan di bawah kualifikasi yang dimilikinya. Tidak sedikit juga yang menunda pernikahan atau menunda memiliki anak karena alasan finansial.
Meski demikian, generasi ini tetap mampu mencapai peningkatan daya beli dan ada di posisi yang sangat memengaruhi pasar saat ini.
Karena kondisi-kondisi tersebut, pendekatan generasi ini dalam berbelanja berbeda dengan generasi sebelumnya. Brand perlu memahami pengambilan keputusan, prioritas, dan perilaku konsumsi mereka.
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso Ajak UMKM Salatiga Manfaatkan Program Kemendag untuk Tembus Pasar Ekspor
Karakter transaksi generasi milenial
Di Indonesia, generasi ini merupakan populasi pasar paling potensial saat ini, baik dari sisi kuantitas maupun perilaku konsumsi. Generasi ini dikenal sebagai generasi yang banyak sekali membelanjakan pendapatan yang diperolehnya.