Dinilai krusial merger ini untuk memperbaiki kinerja keuangan, oleh analis, mengingat franchisee KFC dan Pizza Hut di India masih mencatat kerugian bersih.
"Sehingga skala usaha menjadi tantangan utama," ujar Akshay D'Souza, konsultan independen sektor barang konsumsi.
Baca Juga:
Bukan Mekanisme, Ini Masalah Utama Pilkada Menurut KPK
"Dengan entitas tunggal, jika mereka mampu membuka bahkan setengah dari sinergi yang diharapkan, kita bisa melihat perusahaan yang menguntungkan, dengan kemampuan pengendalian biaya yang jauh lebih baik," tambahnya.
Tekanan finansial tercermin dari data kuartalan, dengan total biaya konsolidasi Sapphire naik 10% secara tahunan menjadi 7,68 miliar rupee pada kuartal yang berakhir September.
Pada periode yang sama, pengeluaran Devyani International melonjak 14,4% menjadi 14,08 miliar rupee.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Rekayasa Teknik Besar untuk Pulihkan Sungai-Sungai Aceh
Dari sisi laba, rugi bersih 219 juta rupee dibukukan Devyani pada kuartal yang berakhir 30 September, berbalik dari laba 170 ribu rupee setahun sebelumnya.
Sementara itu, Sapphire mencatat rugi bersih konsolidasi sebesar 127,7 juta rupee, melebar dari kerugian 30,4 juta rupee pada periode yang sama tahun lalu.
Diharapkan merger ini menjadi titik balik bagi kedua operator untuk memperkuat daya saing dan mengejar profitabilitas di pasar makanan cepat saji terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduk.