WahanaNews.co, Taguig - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong di sela-sela ASEAN Economic Ministers’ Retreat ke-32 di Taguig, Filipina, Jumat (13/3).
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan apresiasi Indonesia atas inisiatif Singapura yang bekerja sama dengan Asia Competitiveness Institute dalam menyelenggarakan konferensi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 9–11 Februari 2026. Konferensi tersebut dihadiri oleh 29 peneliti yang membahas berbagai isu terkait implementasi perjanjian perdagangan regional tersebut.
Baca Juga:
Wamendag RI Bertemu Wamen Investasi Malaysia, Bahas Peningkatan Perdagangan dan Dukungan Aksesi CPTPP
“Indonesia mengapresiasi inisiatif Singapura terkait konferensi RCEP bulan lalu. Wawasan yang dihasilkan dari konferensi tersebut dapat menjadi masukan berharga untuk meningkatkan implementasi RCEP dan persiapan General Review 2027,” kata Roro.
Pada kesempatan itu, Indonesia juga mengharapkan dukungan Singapura terhadap prioritas RCEP Joint Committee di bawah Work Programme 2026.
Selain membahas RCEP, Roro juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mengupayakan aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Stok Bapok di Hypermart Nagoya Hill Batam, Harga Relatif Stabil Jelang Lebaran
Menurutnya, Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan berstandar tinggi yang dapat memperkuat sistem perdagangan berbasis aturan serta mendorong integrasi ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
“Indonesia sepenuhnya mengakui komitmen prinsip Singapura untuk menjaga standar tinggi dan kredibilitas CPTPP. Kami memahami proses aksesi membutuhkan pertimbangan yang cermat dan disiplin, dan kami menjalankan proses ini dengan serius serta berkomitmen jangka panjang,” ujar Roro.
Ia menambahkan, Indonesia siap melanjutkan konsultasi bilateral yang lebih mendalam dengan Singapura untuk memahami berbagai area yang mungkin memerlukan klarifikasi lebih lanjut terkait proses aksesi tersebut.
Roro meyakini, pemahaman yang lebih jelas mengenai disiplin dan standar prioritas dalam CPTPP akan membantu Indonesia merespons secara lebih terfokus dan terukur.
Indonesia dan Singapura merupakan dua ekonomi utama di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang memiliki interdependensi ekonomi yang kuat.
Karena itu, kedua negara memiliki kepentingan bersama untuk memastikan arsitektur perdagangan regional tetap terbuka, kredibel, dan berorientasi pada masa depan.
[Redaktur: Jupriadi]