Diharapkan pula bahwa lembaga yang dibantu ini bisa lebih aktif dalam pengelolaan dana yang didapatkan dengan usaha mandiri.
"Kami memilih program pembinaan usaha ini karena beranggapan lewat cara ini bisa terus memberikan stimulus kepada lembaga yang tentu manfaatnya berkelanjutan," kata Mohammad Zuhair.
Baca Juga:
Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo ke Jepang Bidik Investasi & Ekonomi
Maka, dengan membagikan ilmu dan skil lewat pelatihan usaha, menurut dia, para penerima manfaat bisa makin kuat dan mandiri secara ekonomi.
Selain penyerahan bantuan langsung kepada lima lembaga ini, mereka juga mengikuti inkubasi program pelatihan usaha mandiri pada tanggal 27—30 Agustus 2022.
Program pelatihan/inkubasi ini bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Kalla Institute.
Baca Juga:
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional
"Inti dari program ini adalah sebagai stimulus, kami harap lembaga yang mendapat bentuan ini bisa membuat usaha mandiri yang hasilnya bisa terus mereka rasakan manfaatnya dalam jangka panjang," ujar Salman Febriyansyah selaku Program Manager Islamic Care Yayasan Hadji Kalla.
Salman juga menjelaskan bahwa perubahan skema ini adalah untuk memandirikan mustahik sehingga bisa men-support biaya operasional dan kegiatan-kegiatan keseharian penerima manfaat serta berkelanjutan selama bantuan produktif tersebut mereka gunakan.
Sementara itu, Dr. Agussalim Rahman selaku Direktur Pendidikan Yayasan Pesantren Baitul Mukarramah Kabupaten Bone mengatakan bahwa program bantuan usaha mandiri yang juga di dalamnya ada program pelatihan bantuan ini bisa membawa efek positif, pengurus bisa belajar membangun usaha secara mandiri di pesantrennya.