Negara itu juga akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk negosiasi ini. Waktu dapat diperpanjang dengan persetujuan pihak-pihak yang terlibat.
"Negosiasi yang sedang berlangsung adalah negosiasi nasional dan kelanjutan dari negosiasi di lapangan, dan sangat penting bagi seluruh rakyat, elit, dan kelompok politik untuk mempercayai dan mendukung proses ini, yang berada di bawah pengawasan para pemimpin revolusioner dan tingkat tertinggi sistem, serta untuk secara tegas menghindari pernyataan-pernyataan yang memecah belah," tegas lembaga itu dimuat Al-Jazeera.
Baca Juga:
Trump: Perang Iran Akan Segera Diakhir
"Jika penyerahan musuh di lapangan menjadi pencapaian politik yang menentukan dalam negosiasi, kita akan merayakan kemenangan bersejarah yang besar ini bersama-sama, jika tidak, kita akan berjuang berdampingan di lapangan sampai semua tuntutan bangsa Iran terpenuhi," tambahnya.
"Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh."
6. 10 Poin-Poin Iran
Baca Juga:
Perang di Timur Tengah Makin Tak Terkendali, AS Rancang Serangan Darat ke Iran
Negosiasi dilakukan berdasarkan rencana 10 poin Iran. Mengutip Al-Jazeera beberapa poin-poin itu antara lain:
- Pengendalian lalu lintas melalui Selat Hormuz dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran, yang akan memberikan Iran posisi ekonomi dan geopolitik yang unik
- Perlunya mengakhiri perang melawan semua elemen poros perlawanan