Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralel juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
Perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Saudi Arabia.
Baca Juga:
Investor Dubai Siap Tanam Modal Bangun Pabrik Pupuk Urea di Jawa Tengah
Setelahnya, seluruh personel menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba pada 11 Maret 2026.
Proses evakuasi Tim Pertamina yang cepat dan sigap ini juga diapresiasi oleh para diaspora yang bekerja untuk perusahaan minyak lainnya. Ini menunjukkan Pertamina sangat mengutamakan keselamatan pekerjanya.
Selain memastikan keselamatan personel, PIEP juga menghubungi keluarga seluruh Perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.
Baca Juga:
Pengurus DPW FRIC Provinsi Jambi Silaturahmi Kepada Walikota Jambi , " FRIC Siap Kawal Kota Jambi Menuju BAHAGIA dan Wujudkan Sitkamtibmas"
Profil Lapangan Migas Pertamina di Irak
Perlu diketahui, PT Pertamina Irak Eksplorasi dan Produksi (PIREP) dibentuk untuk melakukan pengelolaan aset PT Pertamina (Persero) pada 2013, dan berlokasi 50 km arah barat laut Kota Basra, Irak.
PIREP mengelola eksplorasi dan produksi minyak dengan skema Technical Service Contract (TSC) di blok West Qurna-1 Field (WQ-1), Irak hingga 2045 tahun mendatang.