India menuduh Pakistan mendukung kelompok bersenjata di balik serangan tersebut, tuduhan yang dibantah Islamabad.
Dalam klaimnya, Pakistan menyatakan telah menembak jatuh setidaknya lima pesawat militer India, termasuk tiga pesawat tempur Rafale.
Baca Juga:
Viral Menteri India Tarik Paksa Cadar Dokter Perempuan di Acara Resmi
Namun, Chauhan membantah pernyataan tersebut, menyebutnya “benar-benar tidak benar” dan hanya mengakui kehilangan minimal satu pesawat.
“Saya pikir yang penting bukan pesawat yang jatuh, melainkan mengapa pesawat itu jatuh,” katanya dalam wawancara dengan Bloomberg TV di Singapura.
Pada 11 Mei, sehari setelah gencatan senjata, Marsekal Udara India AK Bharti menyatakan bahwa semua pilot mereka sudah kembali dan menegaskan bahwa “kekalahan adalah bagian dari pertempuran”.
Baca Juga:
Pesawat Air India Dikenai Biaya Parkir Rp1,8 Miliar, Gegera Telantar 13 Tahun di Bandara
Chauhan menambahkan bahwa India telah mengubah taktik setelah kerugian awal dan kemudian berhasil menyerang pangkalan udara di dalam Pakistan secara presisi pada 7, 8, dan 10 Mei, tanpa menerima balasan yang berarti.
Islamabad mengakui pangkalan udaranya diserang, meskipun kerugiannya minimal, dan membantah kehilangan pesawat.
Meski pertempuran telah berhenti, pemerintah India menegaskan akan merespons tegas jika serangan teror dari Pakistan kembali terjadi. “Ini menuntut kesiapan angkatan bersenjata setiap saat,” jelas Chauhan.