WahanaNews.co | Seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Pakistan, yang hilang selama berhari-hari, ditemukan
tewas di Toronto.
Karima Baloch, 37 tahun, yang
mengasingkan diri di Kanada selama lima tahun, berkampanye untuk hak asasi
manusia di wilayah Balochistan yang bermasalah.
Baca Juga:
Pakistan Temukan Cadangan Emas Besar di Sungai Indus, Nilainya Capai 800 Miliar Rupee
BBC melaporkan, Baloch
meninggalkan Pakistan pada 2015, setelah dituduh melakukan terorisme.
Balochistan telah lama menjadi tempat
tinggal bagi gerakan separatis pemberontak.
Menurut laporan BBC, sebelum ke Kanada, Baloch adalah pemimpin perempuan pertama
Organisasi Mahasiswa Baloch, yang sekarang dilarang.
Baca Juga:
Tragedi Bom di Pakistan: Diplomat Indonesia dan Sejumlah Negara Lolos dari Maut
Polisi Toronto mengatakan, ia hilang sejak Minggu (20/12/2020), dan penyebab kematiannya belum diumumkan.
Kepada surat kabar Inggris, The Guardian, suami
Baloch, Hammal Haider, mengatakan, Baloch
berjalan-jalan di Center Island, Toronto, dan tidak
pernah kembali.
"Saya tidak yakin itu tindakan
bunuh diri," katanya, kepada The Guardian.