"Mereka menembaki warga sipil, bukan musuh. Ini adalah tindakan jahat, dan ini adalah kejahatan perang. Kami berduka atas kematian orang-orang kami, kata Naw Bu, seperti dikutip The Irrawaddy pada Senin.
Beberapa saksi mata mengatakan gedung dan bangunan lain di sekitar lokasi kejadian turut hancur.
Baca Juga:
Picu Gempa Myanmar 7,7 Manitudo, Apa Itu Sesar Sagaing?
Insiden itu merupakan serangan yang paling mematikan sejak kudeta 2021 lalu.
Sejumlah komunitas dan organisasi internasional pun tak luput mengecam tindakan ini. Salah satunya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Tindakan yang tampaknya penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tindak proporsional oleh pasukan keamanan Myanmar terhadap warga sipil tak bersenjata seperti itu tak bisa diterima," demikian menurut PBB.
Baca Juga:
Truk Bantuan Kiriman Xi Jinping untuk Korban Gempa Ditembaki Pasukan Junta Myanmar
Myanmar berada dalam gejolak usai militer melancarkan kudeta pada Februari 2021 lalu.
Hari-hari setelah itu demo terjadi di hampir seluruh negeri. Namun, junta menanggapi dengan kekuatan berlebih.
Mereka juga tak segan membunuh dan menangkap siapa saja yang menentang pemerintahannya.[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.