Selama masa kepemimpinannya, Trump dikenal berulang kali menggunakan instrumen tarif dan sanksi perdagangan untuk menekan sekutu maupun rival demi kepentingan strategis dan ekonomi Amerika Serikat.
Di Greenland sendiri, penolakan terhadap rencana pengambilalihan itu tumpah ke jalan-jalan.
Baca Juga:
Amerika Serikat Siapkan Intervensi Jika Hamas Ingkar Janji Perlucutan Senjata
Pada Sabtu pagi, ratusan warga di ibu kota Nuuk tetap turun ke jalan meski menghadapi suhu dingin, hujan, dan jalanan licin untuk menggelar demonstrasi mendukung pemerintahan independen.
Para demonstran mengibarkan bendera Greenland sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional saat menyusuri pusat kota kecil tersebut.
Sejumlah peserta membawa papan bertuliskan pesan seperti “Kami membentuk masa depan kami,” “Greenland tidak untuk dijual,” dan “Greenland sudah HEBAT.”
Baca Juga:
Amerika Ngamuk, Nobel Perdamaian Malah Diberikan ke Oposisi Venezuela Bukan Trump
Aksi di Nuuk itu terhubung dengan demonstrasi serupa yang melibatkan ribuan warga di berbagai wilayah dalam Kerajaan Denmark.
Unjuk rasa tersebut berlangsung hanya beberapa jam setelah delegasi Kongres Amerika Serikat tiba di Kopenhagen untuk meredakan ketegangan diplomatik.
Kepada publik di Kopenhagen, Senator Amerika Serikat Chris Coons mengakui bahwa wacana pengambilalihan Greenland telah memicu kekhawatiran luas di Denmark.