WAHANANEWS.CO - Arab Saudi melontarkan kecaman keras terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir setelah kembali menerobos masuk kompleks Masjid Al Aqsa dan mengibarkan bendera Israel di kawasan suci tersebut di Yerusalem Timur, Palestina.
Melalui pernyataan resmi di platform X, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai provokasi serius yang melanggar status historis dan hukum Masjid Al Aqsa.
Baca Juga:
China Ubah Penulisan Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Beijing
"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman Kerajaan Arab Saudi terhadap tindakan provokatif berulang yang dilakukan pejabat otoritas pendudukan Israel terhadap Masjid Al Aqsa, yang terbaru adalah penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh seorang pejabat otoritas pendudukan Israel di bawah perlindungan polisi pendudukan, serta tindakan pejabat lain yang mengibarkan bendera otoritas pendudukan di halaman Masjid Al Aqsa," bunyi pernyataan Kemlu Saudi, Kamis (14/5/2026).
Arab Saudi menegaskan penolakan terhadap segala tindakan yang dinilai merusak status hukum dan sejarah Al-Quds atau Yerusalem beserta situs-situs sucinya.
Riyadh juga mendesak komunitas internasional mengambil langkah nyata untuk menghentikan pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap situs suci Islam dan warga Palestina.
Baca Juga:
Biaya Logistik Mahal Bikin Produk RI Sulit Bersaing, Mendag Cari Solusi
Saudi meminta Israel dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran serius dan berulang terhadap tempat-tempat suci di Palestina.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataan Saudi merujuk pada dua insiden yakni penyerbuan kompleks Al Aqsa di bawah pengawalan polisi Israel serta pengibaran bendera Israel di halaman masjid.
Berdasarkan laporan terkait peringatan Jerusalem Day, pejabat yang dimaksud adalah Itamar Ben-Gvir.