WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan Timur Tengah kembali memuncak setelah Israel memperkirakan Amerika Serikat bersiap melancarkan serangan terhadap Iran dalam hitungan hari, sebuah skenario yang diyakini dapat mengubah peta konflik kawasan secara drastis.
Perkiraan itu dilaporkan penyiar publik Israel, Hebrew Broadcasting Authority, pada Rabu (14/1/2026), yang menyebut Washington kemungkinan akan memberi tahu Israel hanya beberapa jam sebelum serangan benar-benar dimulai.
Baca Juga:
Ditunjuk Pimpin Transisi Iran, Arafi Diterpa Rumor Tewas dalam Serangan Udara
Menurut laporan tersebut, pejabat Israel menilai operasi AS berpotensi memadukan serangan siber dengan aksi militer langsung yang menyasar target strategis Iran.
Seiring dengan itu, lembaga-lembaga keamanan Israel disebut telah menaikkan status kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan eskalasi situasi regional.
Di tengah meningkatnya ketegangan, laporan yang sama mengungkapkan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar sedang melakukan kunjungan ke Abu Dhabi.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan, Pejabat Gedung Putih Akui Tak Ada Bukti Iran Akan Serang Duluan
Dalam kunjungan tersebut, Sa’ar disebut menggelar pertemuan rahasia dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed tanpa pengumuman resmi kepada publik.
Pada saat bersamaan, sejumlah pemerintah daerah di Israel mulai mengambil langkah antisipatif meskipun belum ada instruksi resmi dari militer Israel.
Pemerintah kota Beersheba dan Gan Yavne mengumumkan pembukaan tempat perlindungan umum bagi warga sebagai langkah kesiapsiagaan.