Perintah eksekutif itu secara eksplisit menyebut Iran bertanggung jawab atas pengembangan program nuklirnya serta dukungan terhadap aktivitas terorisme internasional.
Selain itu, Iran juga dituduh berperan dalam menciptakan destabilisasi kawasan yang dinilai mengancam keamanan dan kepentingan strategis Amerika Serikat.
Baca Juga:
Ditanya soal Epstein, Trump Serang Jurnalis CNN di Ruang Oval
Sejalan dengan langkah tersebut, Departemen Luar Negeri AS turut menjatuhkan sanksi tambahan terhadap 15 entitas yang terlibat dalam perdagangan minyak mentah dan produk petrokimia asal Iran.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman sanksi maupun ancaman tarif dari Washington.
Teheran tetap bersikukuh bahwa program nuklir yang dijalankannya bersifat sepenuhnya damai.
Baca Juga:
Dit Bimas Polda Jambi Hadiri HUT ke-48 SMAN 3 Jambi, Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Siap Hadapi Indonesia Emas
Namun demikian, Amerika Serikat bersama sekutu-sekutunya terus menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Meski berada di bawah tekanan sanksi internasional, lebih dari 100 negara masih tercatat menjalin hubungan dagang dengan Iran. China menjadi mitra ekspor terbesar Iran, disusul oleh Irak, Uni Emirat Arab, dan Turki.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.