Aktivitas logistik dan perjalanan bisnis turut terganggu karena terbatasnya pergerakan pesawat di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Selain transportasi udara, badai salju juga memicu peringatan cuaca ekstrem bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Baca Juga:
Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandang dan Longsor di Lereng Gunung Slamet, BNPB Catat Korban Jiwa
Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat menyebut badai musim dingin yang terjadi tergolong signifikan dan berpotensi berlangsung cukup lama hingga awal pekan.
Cuaca ekstrem berupa salju lebat, hujan es, dan hujan beku meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, gangguan perjalanan darat, serta pemadaman listrik berkepanjangan akibat pohon tumbang dan kerusakan jaringan.
Sedikitnya 11 negara bagian menetapkan status darurat untuk mempercepat respons dan koordinasi penanganan dampak badai.
Baca Juga:
Badai Salju Dahsyat di Amerika Serikat Tewaskan 33 Orang
Sekitar 205 juta penduduk tercatat tinggal di wilayah yang berada di bawah peringatan cuaca musim dingin dengan ancaman salju, es, dan suhu ekstrem.
Puluhan kota besar diperkirakan terdampak langsung, termasuk New York, Washington, Boston, dan Dallas.
Di sejumlah lokasi, ketebalan salju diprediksi dapat mencapai lebih dari 50 sentimeter dan cukup untuk melumpuhkan aktivitas perkotaan.