Banjir menghantam Sao Paulo pada akhir pekan lalu. Pihak berwenang mengatakan curah hujan di wilayah itu mencapai 600 milimeter dalam 24 jam.
Melansir CNN Indonesia, usai banjir, pemerintah mengerahkan tim darurat, tentara, polisi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan korban. Mereka juga mengirim helikopter, pesawat dan kendaraan berat untuk membantu operasi itu.
Baca Juga:
Genap 30 Hari Bencana, BNPB Laporkan 1.135 Korban Jiwa Banjir Sumatera
Gubernur Sao Paulo Tarcisio de Freitas juga mendeklarasikan status darurat selama lima hari imbas banjir tersebut.
Tak hanya itu, Presiden Brasil Lula da Silva mengunjungi wilayah terdampak bencana pada Senin.
Dalam kunjungan itu, Lula bersumpah pemerintah akan mendukung upaya rekonstruksi. Ia juga menyerukan penghentian pembangunan di dataran rendah dan lereng yang rentan bencana.
Baca Juga:
Atasi Isolasi Korban Bencana Alam, Rangka Jembatan Tiba di Nagan Raya Aceh
"Ini penting agar orang-orang tak membangun lagi rumah-rumah di tempat semacam itu yang bisa membuat korban lebih banyak imbas banjir dan longsor," kata Lula.
Brasil kerap dilanda bencana yang berkaitan dengan cuaca dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli menilai kemungkinan bencana tersebut bakal lebih parah karena perubahan iklim.
Pada 2022 lalu, banjir dan longsor juga menghantam Kota Petropolis. Imbas bencana ini, 230 orang meninggal. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.