WahanaNews.co | Dianggap gagal menangani boikot perusahaan es krim Ben & Jerry’s, yang berhenti menjual produknya di wilayah Palestina pendudukan Israel, pemilik saham pun memutuskan menggugat Unilever Inc.
Berdasarkan gugatan class action di pengadilan federal Manhattan, keputusan Unilever menutupi langkah Ben & Jerry's sebelum diumumkan ke publik itu dianggap tidak tepat.
Baca Juga:
Ini Alasan Petinggi Unilever Mengundurkan Diri, Termasuk Direktur Utama
Gugatan itu mengaku, mungkin banyak negara bagian Amerika Serikat (AS) menarik investasi dari perusahaan yang mendukung boikot anti-Israel tapi mendukungnya ketika diumumkan.
Pada Juli tahun lalu, Ben & Jerry's mengumumkan akan berhenti menjual es krimnya di Tepi Barat dan sebagian Yerusalem Timur pendudukan Israel.
Keputusan itu merusak hubungan mereka dengan produsen es krim Israel.
Baca Juga:
Tindakan Israel untuk Membagi 2 Gaza Ditolak Presiden Palestina
Harga American depositary receipts ("ADRs") Unilever turun 8 persen selama enam hari ketika Florida dan Texas meninjau hubungan mereka dengan perusahaan asal Inggris itu.
ADRS merupakan sertifikat yang dikeluarkan bank AS yang mewakili saham perusahaan asing.
Kelompok masyarakat Yahudi juga menuduh Ben & Jerry's anti-Semit.