Seorang pejabat negara Teluk Arab mengungkapkan bahwa para pejabat senior dari keempat negara itu telah menelepon pejabat AS selama dua hari terakhir untuk menegaskan bahwa serangan Amerika berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas.
Pada saat yang sama, negara-negara Arab tersebut juga menyampaikan pesan ke Teheran agar tidak menyerang negara kawasan jika Amerika Serikat tetap melancarkan serangan.
Baca Juga:
Machado Klaim Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump dalam Pertemuan Politik
Koordinasi pesan antara Washington dan Teheran dilakukan secara paralel oleh negara-negara tersebut, kata pejabat itu, diperkuat oleh keterangan dua diplomat kawasan.
“Kami percaya pada dialog dan kami percaya pada penyelesaian perselisihan apa pun di meja perundingan,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam forum mineral di Riyadh.
Selain berbicara dengan Trump, Netanyahu juga melakukan komunikasi dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada Selasa (14/1/2026), bertepatan dengan rapat internal Gedung Putih yang membahas opsi militer.
Baca Juga:
Trump Mulai Nikmati Minyak Venezuela, Penjualan Perdana Tembus Rp 8,4 Triliun
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membenarkan adanya komunikasi Trump dengan Netanyahu, namun menolak mengungkapkan rinciannya.
Leavitt juga menyampaikan bahwa pemerintah AS menerima laporan Iran menunda eksekusi, mengulang pernyataan Trump sehari sebelumnya.
“Presiden dan timnya telah menyampaikan kepada rezim Iran bahwa jika pembunuhan terus berlanjut, akan ada konsekuensi yang serius,” kata Leavitt.