Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengonfirmasi satu warga negaranya termasuk di antara korban.
Trump sejak 2 Januari menyatakan dapat memerintahkan serangan jika Iran terus merugikan pengunjuk rasa.
Baca Juga:
Fakta-fakta Upaya Penembakan Acara Makan Malam Trump: Kronologi-Motif Pelaku
Ia bahkan menulis di media sosial pada Selasa (14/1/2026) agar pengunjuk rasa mengambil alih lembaga pemerintah.
Pengadilan Iran kemudian menyatakan belum menjatuhkan hukuman mati kepada Erfan Soltani, pengunjuk rasa yang sebelumnya dilaporkan akan segera dieksekusi.
“Ini adalah kabar baik,” kata Trump di media sosial pada Kamis (16/1/2026).
Baca Juga:
Minta Teheran Telepon AS, Trump Mendadak Lunak ke Iran
“Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut,” ujarnya.
Para analis menilai pemerintah Iran kini berupaya membedakan antara pengunjuk rasa biasa dan kelompok yang dituduh sebagai perusuh atau teroris.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.