Iran sebelumnya menembakkan banyak rudal balistik ke Israel dalam perang 12 hari pada Juni, ketika AS ikut menyerang tiga situs nuklir Iran.
Sebagian rudal Iran berhasil menembus pertahanan udara Israel dan menyebabkan korban sipil.
Baca Juga:
Machado Klaim Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump dalam Pertemuan Politik
Sebagai balasan atas serangan AS, Iran juga meluncurkan rudal balistik ke pangkalan Al Udeid yang menampung sekitar 10.000 tentara Amerika, tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam beberapa hari terakhir, Pentagon sempat memindahkan sebagian pasukan dan peralatan dari pangkalan tersebut sebelum menurunkan kembali tingkat kewaspadaan.
Situasi di Iran tetap sulit dipantau karena pemutusan internet nasional.
Baca Juga:
Trump Mulai Nikmati Minyak Venezuela, Penjualan Perdana Tembus Rp 8,4 Triliun
Kelompok hak asasi manusia melaporkan ratusan hingga ribuan pengunjuk rasa tewas akibat penindakan aparat.
The New York Times melaporkan dua pejabat Iran menyebut sedikitnya 3.000 orang tewas.
HRANA mencatat lebih dari 2.500 korban jiwa, sementara lembaga HAM berbasis di Norwegia melaporkan lebih dari 3.400 orang tewas dan ribuan luka.