Wakil Perdana Menteri, Abdul Ghani Baradar, yang bertemu dengan Ansari hanya beberapa jam sebelumnya pada pertemuan terpisah di Herat, mengutuk pembunuhan ulama itu.
"Seorang ulama yang kuat dan pemberani dari negara ini menjadi syahid saat melakukan salat Jumat," kata Baradar di Twitter.
Baca Juga:
Kelola Grup WhatsApp ISIS, Remaja Gowa Diciduk Densus 88
"Pelaku tindakan keji ini akan dihukum," sambung dia.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengeklaim serangan tersebut.
Ansari, yang berusia akhir 30-an, adalah seorang ulama berpengaruh yang dikenal karena pidatonya yang berapi-api.
Baca Juga:
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Parlemen Turki Disebut Sebagai Aksi Teroris
Pada bulan Juli, selama pertemuan keagamaan di Kabul, dia sangat membela penguasa baru Taliban Afghanistan.
"Bendera (Taliban) ini tidak mudah dikibarkan, dan tidak akan diturunkan dengan mudah," ucap dia dalam pidatonya.
Ledakan bom di masjid ini bukanlah yang pertama.