Sedangkan Dharmik akan berusia 18 tahun pada 14 Desember mendatang. Dia diketahui sudah mulai mencari pekerjaan.
"Dia sangat nakal. Kami bersenang-senang bersama. Sekarang mereka semua pergi," ujar sang ayah sedih.
Baca Juga:
Dana Desa 2025: Tingkatkan Konektivitas, TPK Muara Sibuntuon Bangun Jembatan Gantung
"Dia menyukai tel paratha (roti pipih goreng) dan selalu ingin saya membuatnya untuknya," tambah ibunya.
Chetan adalah yang termuda dan duduk di kelas sepuluh di sekolah. Sang ayah, Rajesh menggambarkannya sebagai "ahli dalam studi".
Mereka dengan bangga memamerkan foto ukuran paspor putra mereka, yang tampaknya diambil beberapa tahun yang lalu, ketika mereka masih muda.
Baca Juga:
Pastikan Partisipasi Aktif Masyarakat, Pemdes Muara Sibuntuon Gelar Musdes Pra Pelaksanaan Kegiatan Dana Desa Tahun 2025
"Siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian putra saya harus dihukum," ujar sang ibu.
"Mereka harus membusuk di penjara selama sisa hidup mereka. Mereka harus dijatuhi hukuman mati,” lanjutnya.
"Kami menginginkan jawaban. Dan kami menginginkan keadilan,” tegas sang ayah.