Meski demikian, sikap politiknya terhadap Amerika Serikat masih menjadi tanda tanya.
Belum dapat dipastikan apakah ia akan mengambil pendekatan moderat terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump, atau justru mempertahankan garis keras seperti yang dilakukan Maduro.
Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Produk Nonhalal Tak Wajib Label dan Sertifikat Halal
Dari pihak Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kesiapan Amerika Serikat untuk menjalin kerja sama dengan pemerintahan yang dipimpin Rodríguez.
Namun, pernyataan tersebut direspons dingin oleh Rodríguez yang justru menegaskan legitimasi Maduro sebagai presiden yang sah.
"Apa yang dilakukan terhadap Venezuela adalah kekejaman yang melanggar hukum internasional," ujarnya dikutip ABC News, Selasa (6/1/2025).
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM pada Acara Iftar di U.S. Chamber of Commerce
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Trump. Ia kemudian melontarkan ancaman langsung terhadap Rodríguez apabila tidak bersedia bekerja sama dengan Washington.
"Dia akan mendapat balasan lebih berat dari Maduro jika tak mau bekerja sama," ucapnya.
Trump menambahkan Washington menuntut akses penuh kepada ladang-ladang minyak serta infrastruktur dasar di Venezuela.