Ular yang terdampar di Ilha da Queimada Grande tidak
memiliki predator di permukaan tanah. Keuntungan ini memungkinkan mereka
berkembang biak dengan cepat.
Namun, golden lancehead punya satu masalah. Karena pulau itu
terisolasi, mereka juga tidak memiliki mangsa di permukaan tanah.
Baca Juga:
Viral Pria Gresik Jadikan Kucing Santapan Ular, Polisi Turun Tangan
Untuk mencari makanan, ular golden lancehead biasanya
merayap ke atas pohon untuk memangsa burung yang mengunjungi pulau itu saat
musim migrasi.
Kebanyakan ular biasanya tak langsung memangsa hewan buruan
mereka. Mereka umumnya akan mengigit buruan mereka, menunggu racunnya bekerja,
dan melacak korbannya lagi sebelum dimakan.
Nah, berbeda dengan ular kebanyakan, golden lancehead tidak
dapat melacak burung yang mereka gigit. Untuk mengatasi masalah ini, racun yang
mereka hasilkan berevolusi menjadi tiga hingga empat kali lebih kuat dan
efisien dari ular daratan mana pun. Kemampuan itu memungkinkan ular emas ini
membunuh sebagian besar mangsa, dan melelehkan daging manusia, hampir secara
instan.
Baca Juga:
Bukan Diternak, Ular Kobra Dibiarkan Bebas di Rumah Warga India
Golden lancehead sendiri merupakan musuh utama serangan ular
yang dihadapi warga Brasil. Setidaknya, 90 persen insiden gigitan ular yang
menimpa masyarakat Brasil berasal dari ular golden lancehead.
Menurut laporan Smithsonian, gigitan dari golden lancehead
membawa risiko kematian hingga tujuh persen. Bahkan, meski telah mendapat
perawatan dan pengobatan, korban yang digigit ular itu masih memiliki
kesempatan meninggal hingga tiga persen.
Bisa ular tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal, nekrosis
jaringan otot, pendarahan otak dan pendarahan usus.