Dia memainkan peran kunci dalam menangkap anggota Tehreek-e-Taliban Pakistan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Tehreek-e-Taliban Pakistan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan setelah secara sepihak mengakhiri gencatan senjata dengan Pemerintah Pakistan pada November 2022.
Baca Juga:
Pemerintah RI “Diam-diam” Incar 40 Jet Tempur Buatan Kekuatan Nuklir Muslim
Tehreek-e-Taliban Pakistan terpisah dengan Taliban Afghanistan, namun keduanya bersekutu.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengatakan pada Senin (3/1/2023) bahwa gelombang serangan teroris baru-baru ini di Pakistan berasal dari Taliban Pakistan yang bersembunyi di Afghanistan.
Dia meminta penguasa Taliban Afghanistan untuk menghentikan para milisi kelompok tersebut memanfaatkan tanah mereka untuk menyerang di Pakistan.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan di Bidang Kewirausahaan
Pada Selasa, Juru Bicara Taliban Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan, Kabul menginginkan hubungan baik dengan semua negara tetangganya, termasuk Pakistan.
Namun, dia juga meminta Islamabad menahan diri untuk tidak membuat pernyataan provokatif yang bisa menimbulkan ketidakpercayaan.
“Emirat Islam Afghanistan menghargai perdamaian dan stabilitas di negaranya, menginginkan perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan dan melanjutkan upayanya dengan cara ini,” kata Mujahid.