Sebagai gantinya, Taliban mendorong eks musisi untuk menulis puisi atau melantunkan lagu religius Islami tanpa iringan musik.
Jenis hiburan ini menjadi satu-satunya bentuk ekspresi musikal yang diperbolehkan, baik pada era kekuasaan Taliban saat ini maupun ketika mereka berkuasa pada 1996–2001.
Baca Juga:
Guns N' Roses Bakal Konser di Jakarta 21 November 2026
Larangan total terhadap musik ini menuai kritik tajam dari komunitas internasional, yang menilai kebijakan tersebut mengekang kebebasan berekspresi.
Hingga kini, PBB belum merilis pernyataan resmi terkait pelarangan musik oleh Taliban di Afghanistan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.