"Mereka adalah binatang, dan kita harus menghentikan mereka," ungkap Trump.
Ia juga mengklaim bahwa sebagian warga Iran justru menginginkan intervensi militer sebagai jalan menuju kebebasan dari rezim yang berkuasa.
Baca Juga:
Berlakukan Tarif 100 Persen, Trump Paksa Produsen Obat Pindah ke AS
"Ketika [warga Iran] tak mendengar bom meledak, mereka kesal. Mereka ingin mendengar bom karena mereka ingin bebas," ucap Trump.
Namun demikian, pernyataan tersebut bertentangan dengan prinsip Konvensi Jenewa 1949 yang secara tegas melarang penargetan infrastruktur yang dapat memutus akses kebutuhan dasar warga sipil.
Di sisi lain, Trump kembali melontarkan ancaman keras dengan menyatakan akan menjadikan Iran seperti “neraka” apabila negara tersebut tidak membuka jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Disamakan dengan Yesus, Media Sosial Bereaksi Keras
Ia bahkan menetapkan tenggat waktu sepihak bagi Iran untuk bernegosiasi, dengan ancaman serangan besar-besaran jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Iran merespons dengan sikap tegas dan menyatakan tidak akan gentar menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat maupun Israel serta siap melakukan pembalasan atas setiap serangan yang dilancarkan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.