Meski menghadapi penolakan luas, Trump tetap menunjukkan sikap percaya diri terhadap kekuatan militernya tanpa bergantung pada bantuan pihak lain.
“kami tidak membutuhkan bantuan siapa pun!” tegasnya.
Baca Juga:
Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, Sebut AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang
Penolakan NATO terhadap permintaan pengerahan kapal perang ke Selat Hormuz mempertegas retaknya solidaritas dalam aliansi tersebut di tengah konflik besar yang sedang berlangsung.
Sejak awal perang, jalur pelayaran tersebut menjadi titik krusial karena menyuplai sekitar seperlima kebutuhan minyak dunia, sehingga gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada lonjakan harga energi global.
Tekanan terhadap pemerintahan Trump juga meningkat dari dalam negeri seiring konflik memasuki pekan ketiga tanpa arah penyelesaian yang jelas.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
Situasi semakin kompleks setelah Joe Kent, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS, memutuskan mundur dari jabatannya.
“Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dalam surat pengunduran dirinya.
Ia menilai perang tersebut tidak sepenuhnya didasarkan pada kepentingan strategis Amerika Serikat.