“Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi kuatnya di Amerika,” lanjutnya.
Di tengah eskalasi konflik, Uni Eropa mendorong pendekatan diplomatik guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas global.
Baca Juga:
Asap Kebakaran Hutan Kanada Sampai ke AS, Trump Marah Ancam Kenakan Tarif
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mencari jalan keluar.
“Kami telah berkonsultasi dengan negara-negara regional seperti negara-negara Teluk, Yordania, dan Mesir, apakah kami bisa mengajukan proposal agar Iran, Israel, dan AS keluar dari situasi ini sehingga semua pihak bisa menjaga muka,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa konflik berskala besar selalu sulit dihentikan setelah dimulai.
Baca Juga:
Kekayaan Trump Melesat dari Kripto, Panen Duit Jumbo Rp25 Triliun dalam Setahun
“Masalah dengan perang adalah lebih mudah untuk memulainya daripada menghentikannya,” katanya.
Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga memicu dampak global, termasuk krisis energi dan gelombang pengungsian besar-besaran.
Serangan rudal Iran ke fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk semakin memperparah situasi, sementara jutaan warga di Iran dan Lebanon dilaporkan mengungsi akibat konflik yang terus meluas.